Related Posts with Thumbnails

Biografi Noe Letto Mengawali Karirnya Di Band

7:13 AM Posted by Tsanind09

seputar artis noe lettoUsai mendapat gelar sarjana, entah kenapa aku malas mempraktekkan ilmuku. Aku malah ngumpul sama teman-teman dan mengelola sebuah studio musik di Yogyakarta.

Lama-lama kami bermain musik dan menciptakan lagu. Teman-temanku tak lain sahabat-sahabatku sejak SMA dulu.

Tanpa terasa, keinginan bermusikku makin kuat. Kami membulatkan tekat untuk membentuk grup band. Beruntungnya, band kami cepat menembus pasar. Lahirlah album pertama Kompilasi 2004. Waktu itu, kami harus memberi nama. Akhirnya terbersitlah nama Letto, yang berarti kosong, tanpa nama.


Syukur Alhamdulillah, responnya bagus. Album kedua, pun digarap. Ternyata lagu Ruang Rindu melejit di pasaran, bahkan menjadi song theme sinetron. Nama kami melesat bak roket. Banyak undangan menyanyi di TV, promo album dan show di luar kota.

Terus terang kami juga enggak mengira akan secepat ini. Perubahan dalam hidup kami terasa begitu cepat. Tahun 2007 lahir album Don't Make Me Sad. Dan tahun 2009, Lettologica dirilis dengan lagu andalan Lubang Di Hati. Alhamdullilah, responnya juga bagus.

Membina Rumah Tangga
Mulus dalam karier dan pendidikan, bagaimana dengan kisah asmaraku ? Sejujurnya selama di Kanada tidak ada perempuan yang spesial di hatiku. Semua kuanggap teman. Hingga pada tahun 2006, saat ikut Ayah tampil di Australia bersama Kiai Kanjeng, aku berkenalan dengan seorang mahasiswi Australia dari Indonesia. Namanya Fauzia Fajar Putri atau biasa dipanggil Uci.

Sejak berkenalan aku tahu dia berbeda. Hingga akhirnya kulakukan pendekatan dan aku merasa semakin cocok dengannya. Kami pun resmi berpacaran. Di mataku, Uci adalah perempuan yang bisa menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku. Dia adalah gadis yang sederhana, dewasa dan mandiri. Kami saling percaya. Dia mampu membuatku merasa aman dan nyaman. Dan, tanpa keraguan aku merasa siap untuk membina rumah tangga dengannya.

Dengan hati mantap kuberitahu Ibu yang tinggal di Lampung. Ternyata kata Ibu aku tak salah pilih. Ibu suka pada Uci. Bagiku, kalau Ibu sudah bisa menerima Uci itu sudah cukup menggembirakan. Selain Ibu, Ayah dan Mbak Via, kakakku, juga sudah mengenal Uci dengan baik.

Tak menunggu lama, keluarga kami berkenalan di Jakarta. Hingga akhirnya, kami pun sepakat untuk segera menuju jenjang yang lebih serius. Aku memang ingin segera mempersunting Uchie. Terlebih sempat ada gosip yang kurang mengenakkan. Tapi Uci cukup mengerti dengan konsekuensi menjadi kekasih artis. Justru itu adalah daya tarik Uci.

Kami pun mulai berencana mempersiapkan pernikahan. Aku dan Uci mencoba mempersiapkan sendiri di sela-sela kesibukan kami. Nuansa hijau dipilih olehnya. Aku ikut saja. Pada tanggal 18 Februari mimpi kami bersanding di pelaminan terwujud. Esoknya, 19 Februari, dilanjutkan dengan resepsi.

Insya Allah aku siap lahir batin menjadi suami. Memang sih setelah mengucap ijab, aku masih seperti tak percaya kalau sudah punya istri. Seperti mimpi ha ha. Sampai berkali-kali aku memanggilnya dengan panggilan "istriku".

Kini rasanya lengkap sekali. Setiap pagi ada yang membuatkan aku kopi. Aku dan Uci juga ingin segera punya anak. Tapi kami tidak ngoyo. Semua berpulang pada kuasaNya. Kami pasrah saja, sambil menjalani hidup penuh syukur dan bahagia.


0 comments:

Post a Comment

Directory of Celebrities Blogs Celebrities blogs Entertainment Business Directory - BTS Local TopOfBlogs free search engine website submission top optimization DigNow.org Celebrities blogs Entertainment Business Directory - BTS Local Meilleur du Web : Annuaire des meilleurs sites Web.

Search Engine Optimization and SEO Tools
a href="http://www.ongsono.com" target="_blank" title="Free Increase Your website Page Rank">Increase Page Rank Subscribe to updates